.

Kamis, 19 Oktober 2017

limbah timah BANGKA BELITUNG

PENCEMARAN LIMBAH TAMBANG TIMAH
 DI BELITUNG TIMUR 


@E08-wulan
@proyekA06
Oleh: Wulan Dari Mulia















Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air atau udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. 

Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah,yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Pencemaran lingkungan merupakan salah satu peristiwa yang sangat sering terjadi di bumi. Pencemaran ligkungan terdiri dari berbagai aspek misalnya pencemaran udara, pencemaran  air, pencemaran tanah. Contoh dari pencemaran udara yaitu asap kendaraan bermotor, asap pabrik,dll. Sedangkan untuk pencemaran lingkungan terhadap tanah yaitu Sampah plastik, pecahan kaca, logam maupun karet yang ditimbun dalam tanah. Nah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pencemaran lingkungan di provinsi Bangka Belitung yang terkenal dengan pertambangan timahnya.

Pengertian Pencemaran Lingkungan. Pencemaran, menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988, adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat,energi, dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya. Pada saat ini, pencemaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana dengan laju yang sangat cepat. Sekarang ini beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin berat. (Ranu syahputra, 2014)

Indeks Pertambangan adalah salah satu indeks saham di Bursa Efek Indonesia yang berbasis di bagian usaha Pertambangan. Usaha - usaha yang tercantum adalah usaha di bidang tambang batubara, migas, logam dan batu - batuan. Ada 21 perusahaan yang tercantum di indeks Pertambangan.

Sayang, potensi timah yang bisa membawa Indonesia menuai pendapatan berlimpah untuk kemakmuran rakyatnya belum diatur secara optimal. Masih sering terjadi penyelundupan timah melalui penambangan ilegal. Bayangkan saja, penambangan ilegal mampu menghasilkan 60 ribu ton per tahun, tak begitu beda jauh dengan jumlah produksi penambangan legal sebesar 71.610 per tahun. Hasil penambangan ilegal tentu tak masuk ke dalam kas negara, terutama dalam bentuk royalti dan pajak.(Muhammad Nuh, 2010).

Koba (Antara Babel) - Tiga sungai di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercemar limbah tambang dan rumah tangga.
"Pencemaran itu terjadi di hilir sungai karena adanya aktivitas tambang di hulu," kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pemulihan Kualitas Air pada Badan Lingkungan Hidup Daerah Beltim, Suparman di Manggar, Senin.
Ia menjelaskan, tiga sungai yang sudah tercemar itu adalah Sungai Pala di Kecamatan Dendang, Sungai Lenggang di Kecamatan Gantung dan Sungai Manggar di Kecamatan Manggar."Dari hasil penelitian pihak BLHD ditemukan limbah yang paling menonjol berasal dari kandungan timah hitam,"ujarnya.
Ia mengatakan, penelitian dilakukan setiap tiga bulan pada tiga sungai tersebut yang sampelnya diambil dari empat tempat yakni hulu, tengah hulu, tengah hilir dan hilir sungai.  (Ahmadi, 2016).

Seharusnya pemerintah lebih teliti dalam memberikan izin tambang bagi perusahan-perusahan tambang di sekitar Bangka Belitung. Hal ini juga menjadi celah bagi para penambang liar yang tidak mendapatkan izin tambang dari pemerintah yang membuang limbah tambang yang langsung mengalir dan tercampur dengan air sungai pasti akan memberikan begitu banyak dampak bagi masyarakat baik kesehatan maupun pendapatan nelayan sekitar sungai yang tercemar.

 Quote of The Day: 
"The foundation stones for a balanced success are honesty, character, integrity, faith, love and loyalty." -Zig Ziglar


Daftar pustaka:
Ahmadi, 2016. Tiga sungai di Belitung timur tercemar limbah tambang. 
Anonim. Pengertian pencemaran. https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran
Anonym. Pengertian pertambangan. https://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Pertambangan
Anonim. Penegrtian Limbah.  https://id.wikipedia.org/wiki/Limbah
Nuh, Muhammad . 2010. Menyelamatkan kehancuran pertambangan timah Bangka Belitung. https://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/menyelamatkan-kehancuran-pertambangan-timah-bangka-belitung-2.htm
Syahputra, randu . 2014. Pencemaran ligkungan Bangka Belitung. http://randusyaputra.blogspot.co.id/2014/05/pencemaran-lingkungan-bangka-belitung.html

Minggu, 15 Oktober 2017

Jadwal Konsultasi PKM 2017

Konsultasi PKM 
Hari : Senin, 16 Oktober 2017
Tempat : B105


Catatan : Bawa print out proposal

Kelompok
Jadwal Konsultasi


@Kel-B01
13.00 – 13.30
@Kel-B02
13.00 – 13.30
@Kel-B03
13.00 -  13.30
@Kel-B04
13.30 – 14.00
@Kel-B05
13.30 – 14.00
@Kel-B06
13.30 – 14.00
@Kel-B07
14.00 – 14.30
@Kel-B08
14.00 – 14.30
@Kel-B09
14.00 – 14.30
@Kel-B10
14.00 – 14.30


@Kel-A01
15.30 – 16.00
@Kel-A02
15.30 – 16.00
@Kel-A03
15.30 – 16.00
@Kel-A04
16.00 – 16.30
@Kel-A05
16.00 – 16.30
@Kel-A06
16.00 – 16.30
@Kel-A07
16.00 – 16.30

Rabu, 11 Oktober 2017

Pencemaran Di Kalimantan Timur


@D03-almira,@ProyekB06

Oleh: Almira Septemi Yuna

Pencemaran Udara

Perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara,

Kesetimbangan Kimia

HBr sejumlah 0,1 mol dimasukkan ke dalam labu satu liter dan terurai menurut reaksi


PENCEMARAN UDARA DI JAMBI


@E06-Ridho, @ProyekA06
Disusun Oleh Ridho Fatahillah Fadli

 Pengertian pencemaran:

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

Pencemaran Lingkungan di Gorontalo

@D09-Huda, @ProyekB06
Oleh : Muhammad Huda

Pencemaran Lingkungan di Gorontalo.
Sebelum membahas tentang pencemaran lingkungan di Gorontalo, saya akan membahas tentang pengertian pencemaran lingkungan terlebih dahulu.

Pencemaran Air Di Banten

@E11-Yan - Oleh : Yan Setianur


Pencemaran lingkungan  Berubahnya tatanan lingkungan masuknya zat/keluarnya zat melebihi normal penyebabnya bisa manusia atau alam sehingga mutu kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pencemaran Di DKI JAKARTA

@E12-Guntur, @ProyekA06
Disusun Oleh : Guntur Wahyu Prasetiyo
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
<![endif]-->
·       Pencemaran Likungan Di DKI JAKARTA
                        Jakarta merupakan Ibukota dari Negara Indonesia. Jakarta memang kota yang terpenting keberadaanya. Wilayah yang cukup strategis serta merupakan wilayah pusat dari pemerintahan Negara Indonesia.

KESETIMBANGAN KIMIA






@E06-Ridho, @E10-Farhan, @E11-Yan, @ProyekA06
Disusun Oleh: Ridho Fatahillah Fadli
Muhamad Farhan Naufal
Yan Setianur Wijaya


SOAL:

Reaksi kimia ada yang berlangsung searah (berkesudahan) dan ada yang dapat balik (bolak-balik). Jelaskan perbedaanya disertai dengan contoh-contohnya.

PEMBAHASAN :

Reaksi yang berlangsung searah (berkesudahan) yaitu reaksi kimia dimana zat-zat hasil reaksi tidak dapat saling bereaksi kembali menjadi zat pereaksi,contohnya :
NaOH(aq) + HCL(aq) + → NaCL(aq) + H2O(l)
Sedangkan reaksi dapat balik (bolak_balik) yaitu reaksi kimia dimana zat-zat hasil reaksi dapat saling beraksi kembali menjadi zat pereaksi,contohnya :
PbSO4(s) + 2Nal(aq) ↔ Pbl2(s) + Na2SO4(aq)

Selasa, 10 Oktober 2017

Pencemaran Lingkungan Di Jawa Timur

Bagaimana sih kondisi lingkungan di Kediri?












@D20-Novia , @ProyekB06
Oleh Novia Nila Sutarman

Kota Kediri adalah satu kesatuan masyarkat hukum dengan segala potensi dan sumber daya nya, dalam sistem pemerintahan di wilayah kota Kediri. Kabupaten Kediri terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Ibukota kabupaten ini adalah Kediri, namun kini pusat pemerintahan mulai dipindahkan secara bertahap ke kecamatan Pare..
Kota Pare yang berada pada ketinggian 125 meter di atas permukaan laut ini mempunyai udara yang tidak terlalu panas. Berbagai jenis jajanan dan makanan enak dan higinis dengan harga “kampung” dapat dijumpai dengan mudah di kota kecil ini. Berbagai infrastruktur dan fasilitas kehidupan kota juga dengan mudah dapat dijumpai: hotel, rumah sakit (yang besar HVA dan RSUD rumah bersalin yang lengkap pun juga ada), ATM bersama, warnet 24 jam ber-AC, masjid, dan lain sebagainya.
Pare merupakan kota adipura. Sekolah-sekolah favorit banyak berdiri di kota pare ini dari tingkat TK sampai dengan SMA. Seperti SMP Negeri 2 Pare yang merupakan sekolah bertaraf internasional. Pada tangkat SMA terdapat SMA Negeri 1 Pare dan SMA Negeri 2 Pare, dan juga ada MA Negeri Krecek.
Adipura, adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Namun bukan berarti kota Kediri bersih dari polusi atau pencemaran udara ternyata kota Kediri juga mengalami beberapa problem  tentang  kondisi lingkungan nya.
Salah satu nya datang dari PT Gudang Garam yang  melakukan pembakaran, limbah yang berwujud debu putih itu langsung menyelimuti pemukiman penduduk. Kehidupan bersama limbah ini, sudah berlangsung sejak 2006.Tingginya lapisan debu membuat puluhan warga secara rutin jatuh sakit. Hasil pemeriksaan medis rumah sakit, warga mengalami gangguan ISPA akut akibat polusi berlebihan. Sedikitnya 300 hektar lebih hutan lindung milik Perhutani di Kabupaten Trenggalek luluh lantah diterjang angin puting beliung. Kerusakan mengakibatkan produksi getah pinus menyusut 30 persen. Dari 9.000 ton per tahun, getah yang dihasilkan tinggal 6.300 ton.
Untuk mengembalikan pinus seperti semula membutuhkan waktu minimal 13 tahun. “Sebab pinus baru bisa disadap getahnya minimal berusia 13 tahun. Sedangkan untuk recovery kerusakan memerlukan waktu minimal 10 tahun,” terangnya. Namun pemerintah kota Kediri berupaya untuk mengatasi berbagai problem  yang terjadi di kota Kediri salah satu nya dengan melakukan perbaikan hutan. Hutan yang rusak baik dengan cara reboisasi , atau pun dengan cara tebang pilih dan melarang kawasan industri menggunakan cerobong asap yang pendek. Mereka harus menggunakan cerobong asap yang lebih tinggi. Dan pemerintah pun member kan kompensasi dana bagi daerah yang terkena bencana alam.

daftar link:

Sungai di Yogyakarta Tercemar?

@E15-Anastasia, @ProyekA06
Disusun oleh Anastasia W. Pradita

Pencemaran lingkungan adalah efek dari perubahan yang tidak diinginkan dalam lingkungan, yang secara langsung berpengaruh buruk terhadap kondisi tumbuhan, hewan, dan manusia (Hidayat,2017). Pencemaran lingkungan yang utama meliputi pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah (daratan).

Kali ini saya akan membahas tentang pencemaran air di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pencemaran air itu sendiri adalah masuknya satu atau beberapa zat telah masuk ke dalam air atau perairan, sehingga menimbulkan gangguan terhadap organisme yang ada di perairan tersebut. Ciri-ciri terjadinya pencemaran yaitu :
1. Terjadinya perubahan pada suhu air
Air yang tercemar memiliki suhu yang tinggi, bahkan lebih tinggi daripada lingkungan sekitarnya.
2. Memiliki pH yang tidak normal
Air yang normal memiliki pH antara 6,5-7,5. Apabila air mempunyai pH diatas atau dibawah pH tersebut maka bisa dikatakan bahwa air tersebut telah tercemar.
3. Terjadi perubahan warna
4. Terjadi Perubahan pada bau
5. Terjadi perubahan pada rasa
6. Terdapat endapan, koloidal, dan bahan terlarut
Bahan-bahan endapan, koloidal, dan terlarut dapat menghalangi masuknya sinar matahari sehingga mikroorganisme yang ada di air tersebut tidak dapat berfotosintesis. Akibatnya air akan kekurangan kandungan oksigen.
Terdapat banyak mikroorganisme
Mikroorganisme menguraikan pencemar yang bersifat organic. Ketika bahan pencemar meningkat, maka otomatis mikroorganisme pun akan ikut berkembang biak dan berjumlah banyak.
7. Meningkatnya radioaktivitas pada air
Radioaktivitas merupakan proses timbulnya zat-zat radioaktif. Apabila produksi zat radioaktif di dalam air meningkat, maka akan menyebabkan kerusakan biologis pada air tersebut.

Beberapa sungai di Yogyakarta yang sudah tercemar yaitu Sungai Bedog, Sungai Code (terpusat di jembatan RS Sardjito dan Jembatan Sayidan), Sungai Winongo (terpusat di Jembatan Jalan Kyai Mojo), Sungai Opak, Sungai Gajah Wong (terpusat di area Jembatan Logatu) dan Sungai Manunggal (terpusat di jembatan kawasan Jalan Gayam). Pencemaran meningkat akibat pengaruh limbah sampah domestic yang tidak terkontrol (Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH),2014). Berdasarkan penelusuran BLH Kota Yogyakarta, peningkatan pencemaran sungai berbanding lurus dengan meningkatnya pembuangan sampah domestic yang memanfaatkan saluran air hujan milik warga.

Peran pemerintah daerah dalam menangani pencemaran air:
1. Penataan kota tanpa kumuh (Kotaku)
2. Program Munggah, Mundur, Madep Kali (M3K)
3. Pembangunan taman disekitar bantaran sungai
4. Membuat instalasi pembuangan air limbah (lpal) komunal
5. Pembentukan bank sampah

DAFTAR PUSTAKA
Fatma,Desy.2016.8 Ciri-ciri Pencemaran Air dan Penjelasannya. dalam https://www.google.co.id/amp/s/ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/ciri-ciri-pencemaran-air/amp
diunduh 10 Oktober 2017

 Hidayat,Atep dan Muhammad Kholil.2017. Kimia,Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta:Pantona Media

Priatmojo,Dedy dan Daru Waskita. 2017. Empat Sungai di Yogyakarta Tercemar Berat.
dalam m.viva.co.id/amp/berita/nasional/897973-empat-sungai-di-yogyakarta-tercemar-berat
diunduh 10 Oktober 2017

Republika.2017. Pencemaran Sungai Winongo Yogyakarta Masuk Kategori Berat. dalam m.republika.co.id/amp_version/oq3fu7280
diunduh 10 Oktober 2017

Tempo.2014. Pencemaran 4 Sungai Yogya Lewati Ambang Batas. dalam https://nasional.tempo.co/read/561693/pencemaran-4-sungai-yogya-lewati-ambang-batas
diunduh 10 Oktober 2017


Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta
















Pencemaran Lingkungan di Yogyakarta
Oleh: Ellyza Anggraini
@D19-Ellyza, @ProyekB06

Jika kita berbicara tentang kerusakan lingkungan maka tidak akan ada habisnya setiap daerah setiap provinsi pasti ada saja probelmanya , bahkan bukan hanya di indonesia saja tapi juga berbagai kerusakan linkungan hidup di berbagai negara. Tapi kali ini saya akan mengangkat kerusakan lingkungan di indonesia yaitu provinsi di daerah istimewa Yogyakarta.

Pencemaran sungai di Yogyakarta yang terjadi beberapa tahun belakangan
ini sudah merupakan salah satu masalah serius yang sering ditemui di lapangan.
Pembuangan limbah yang berasal dari domestik maupun industri akan
mengakibatkan meningkatnya pencemaran di sungai. Beban pencemar yang
masuk tersebut mengakibatkan penurunan kualitas air (Anonim, 2002)
.
 Sumber pencemar yang diduga mencemari sungai ini antara lain
industri, industri kecil, limbah rumah tangga, peternakan. Akibat yang
ditimbulkan antara lain menurunnya kualitas air serta ancaman longsor akibat
pendangkalan sungai. Kasus yang sering terjadi ini ternyata sudah mencapai
tingkat yang memprihatinkan (Bernas, 2001; Suara Pembaruan, 2004; Media
Indonesia Online, 2004; Kompas, 2005)
Pencemaran yang terjadi di sungai Winongo selain karena pencemar
organik juga terjadi karena pencemar anorganik seperti logam berat. Penelitian
yang dilakukan oleh Lobo (2002) memberikan gambaran bahwa berbagai jenis
logam berat seperti Al, Cu, Fe, Cr dan Mn dapat ditemui di sungai Winongo.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, logam berat tersebut belum melampaui baku
mutu badan air seperti yang diatur oleh Kep. Gub. DIY No. 214/KPTS/1991.
Kemudian dibuatlah suatu program untuk
menjamin peraturan tersebut dilaksanakan. Program tersebut salah satunya adalah
Program Kali Bersih. Program tersebut dalam prakteknya dilakukan oleh
BAPEDALDA bekerjasama dengan beberapa pihak terkait antara lain seperti
Dinas Pengairan, Departemen Kehutanan, BAPPEDA. Program yang telah
dilaksanakan sekitar 13 tahun ini bertujuan untuk menyadarkan berbagai pihak
khususnya pada kalangan industri untuk memperhatikan buangan limbahnya.
Berkaitan dengan dilaksanakannya program tersebut, maka perlu dilakukan suatu
kegiatan pemantauan kualitas air sungai untuk mengetahui sejauh mana program
tersebut telah berhasil dilaksanakan.
Di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DIY, Fathur menyebut pengubahan status fungsi hutan Merapi menjadi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menuai polemik dalam masyarakat. Kawasan seluas 6410 ha ini dinilai WALHI membatasi ruang dan akses masyarakat baik ekonomi, kultural, maupun sosial.  Contohnya di daerah Bantul. Penambangan batu di area perbukitan di Bantul makin marak. Aktivitas ini mengancam kelestarian lingkungan dan berpotensi memicu bencana alam penambangan batu di antaranya terdapat di Kecamatan Pajangan dan Pleret. Di Pajangan, lokasi penambangan berlokasi di dekat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bantul serta di daerah Selarong. Bahkan di Selarong, penambangan lebih masif karena menggunakan alat berat, Cokrowiyarjo, 64, penambang di dekat Rutan Pajangan mengatakan, dalam dua hari ia berhasil mengumpulkan satu rit truk batu.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul, Suwito, mengatakan, penambangan bukit batu bila dilakukan terus menerus akan merusak keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Selain merusak lingkungan, teknik penambangan yang salah dapat menyebabkan longsor. Pernyataan itu menurutnya bukan tanpa bukti. Sebab di Kecamatan Piyungan sudah terjadi longsor bukit batu yang disebabkan aktivitas penambangan.
Pemerintah, menurut Suwito, kesulitan menertibkan aktivitas tambang yang dilakukan warga di atas tanah pribadi. Upaya yang dapat dilakuan hanya dengan sosialiasi mengenai dampak negatif penambangan batu tersebut.
Bukan hanya penambangan batu saja yan marak di bantul tapi juga penambangan pasir yang sangat mengancam lingkungan dan masyarakat di sekitanya
Dampak buruk telah menanti jika keberadaan penambangan pasir di sepanjang Sungai Progo dibiarkan. Yang utama adalah kerusakan lingkungan. Salah satu upaya mengendalikannya adalah melalui kontrol perizinan. Dampak kerusakan lingkungan lainnya adalah rusaknya konstruksi di sekitar lokasi penambangan. Itu karena proses penambangan pasir yang terlalu dalam dapat menyebab-kan pergeseran tanah , Susanto, seorang petani di pesisir selatan mengatakan, dampak buruk langsung yang dirasakan para petani akibat penambangan pasir adalah terganggunya saluran irigasi. Saluran irigasi, kata Susanto, didesain sejajar atau bahkan lebih rendah dengan posisi air di sungai dalam kondisi normal. Itu bertujuan agar air dapat mengalir hingga ke persawahan.
Bukan hanya di daerah Bantul saja tapi juga di daerah Kulonprogo Walhi juga menyebut rencana penambangan pasir besi di Kulonprogo juga akan menyebabkan perubahan bentang alam dan alih fungsi lahan 22 km2 x 1,8 km2 (6,8 %) dari total luas Kulonprogo. masalah krusial yang bukan hanya di hadapi oleh pemerintah tapi juga masyarakat yang setidaknya juga mengambi alih dalam pelestarian lingkungan kalau bukan kita siapa lagi ??
Daftar Pustaka
1.      Suryani, Bhekti. 2013. “Kerusakan Lingkungan” .  http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/23/kerusakan-lingkungan-penambangan-batu-kian-marak-2-440618
3.      Arif. 2014. “Kondisi Lingkungan di Daerah Yogyakarta”.  http://ivaa-online.org/2015/08/04/kondisi-lingkungan-di-daerah-yogyakarta/